Siswa Berbicara Sastrawan Bertanya.....
Eh, salah deng!
Maaf Maaf
Sastrawan Bicara Siswa Bertanya
Hehehehehe
Ok, kami anak-anak RW menghadiri acara SBSB yang diadakan di SMS 9 Bandar Lampung
Acaranya dihadiri oleh Putu Wijaya, Clara Sinta Rendra, Agus R. Sarjono, dan... (Waduh Lupa)
Ok ok,
nanti akan saya kasih tahu lengkapnya
Acaranya adalah penampilan drama yang kocak, hingga monolog dari Putu Wijaya
Langsung to the point aja neh, Aku mau kasih hasil pertanyaan para murid (Katanya Bandar Lampung membuat rekor penanya terbanyak, dan banyak pertanyaan yang diarahkan pada Putu Wijaya)
Dan inilah hasil jawaban yang dijawab oleh Putu Wijaya
Sastrawan Bicara Siswa Bertanya
PUTU WIJAYA
1. Monolog adalah improvisasi, jadi menyesuaikan suasananya terlebih dahulu, jadi bisa dibilang monolog adalah modifikasi dari bacaan, jadi sebelum mementaskan monolog, ada baiknya dibaca kembali berulang-ulang.
2. Untuk menghayati karya sastra, terlebih dahulu harus dimengerti dulu karya sastra tersebut, bisa dengan bertanya kepada guru atau penulisnya. Jadi dimengerti dahulu baru bisa menghayati.
3. Musikalisasi puisi adalah membuat musik dari puisi. Jadi dari syair tersebut diberi melodinya.
4. Lewat program-program sastra, diharapkan mampu membangun image bahwa bahasa Indonesia adalah nomor 1!
5. Apabila suatu karya cerpen ditolak, bisa jadi terjadi salah kirim, jadi yang seharusnya dilakukan adalah mencari media yang tepat. Buatlah cerpen dan kirim sesuai isi majalahnya.
6. Cara untuk mempunyai Inspirasi salah satunya adalah salah satunya lewat Jatuh Cinta! Bila cinta kita ditolak maka bisa menjadi inspirasi, cinta diterima dapat menjadi inspirasi, dan bila tidak mempunyai pacar pun bisa jadi inspirasi.
7. Untuk menjadi sastrawan adalah membeli kertas dan tuils!
8. Sastrawan harus mampu survive! Sastrawan harus mampu menghidupi diri sendiri dan keluarga, seperti bekerja, ketika banyak waktu luang, baru berkarya. Jadi sastrawan tidak hanya mampu bertanggung jawab akan tulisannya namun juga diri sendiri dan keluarga.
9. Seniman palsu adalah berambut gondorng dan tidak rapi. Sastrawan itu cerdas, gesit, tahan banting, dan pintar cari uang.
10. Tidak ada batasan untuk berekspresi, berani berekspresi, berani ditangkap. Namun kebebasan itu tetap tidak boleh melanggar etika.
11. Tidak semua ada cerita yang bisa diceritakan di umum, melainkan hanya untuk dibaca.
12. Jika yang membaca karya sastra adalah pengarangnya, tidak apa-apa, yang penting adalah tontonanya, usahakan supaya apa yang ingin kita sampaikan dapat tersampaikan. Penonton harus mendengar dengan berbicara keras atau meraih media pengeras suara.
13. Bila kita menemui jalan buntu saat menulis, janganlah berhenti menulis! Jutru ketika ingin menulis berhentilah menulis. Tulisan yang ditinggalkan pasti ingin kembali menulisnya. Ketika macet, teruslah menulis dan berjuanglah! Menulis itu perjuangan! Paksa diri untuk melahirkan sesuatu.
14. Novel itu bisa saja dari kumpulan cerpen-cerpen atau murni novel. Bisa juga dari cerpen-cerpen yang dirakit, dimodif.
15. Inspirasi terbesar adalah melalui apa yang dilhat, didengar, dipikir, dirasa, dan semua panca indra kita.
16. Tips dalam menulis adalah ketika mentok jangan berhenti, jangan berpikir bagus atau tidak, namun ketika selesai menulis, alinea atau halaman awal lebih baik dibuang.
17. Teater yang penting adalah penontonnya. Biar kata penampilan kurang, yanng penting penonton puas.
18. Orang biasa pun mampu menjadi penulis hebat! Cukup hanya dengan kerja keras.
19. Sastrawan itu mampu menggabungkan subjektivitas dan objektivitas, caranya adalah dengan memiliki banyak pengetahuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar