Minggu, 13 Juni 2010

Ambil Nilai Sahut-Sahut Puisi (Sastra Hancur Dari negeri yang gak jelas)

Ambil nilai sahut-sahutan puisi

Jam pelajaran pertama Bahasa Indonesia, kata bu guru hari ini ambil nilai sahut-sahutan puisi.

Katanya anak-anak bernomor ganjil akan membacakan puisi milik Rendra, Chairil Anwar, Sapardi dan Taufiq Ismail.

Sementara yang bernomor genap menyahutnya dengan puisi merek sendiri.

Cilaka tiga belas!

Yang bener aja coba?!

Puisi cinta w aja bikin w ditolak cewek, lagipula om-om penyair di atas apa bisa menerima keteledoran gua dalam membuat puisi?

Keringat dingin bawa petaka, gua dapet giliran pertama

Anjrotz!!!

Ya sudahlah…

Nasib orang kecil, dikorbankan selalu tanpa pikir-pikir, semudah mengambil kocokan arisan.

Bagaimana Kalau, itu puisinya

Pucat gitu muka gua pas maju

Mode konyol On!

1… 2… 3…

BAGAIMANA KALAU

Taufig Ismail

Temanku: Bagaimana kalau dulu bukan khuldi yang dimakan Adam, tapi buah alpukat,

Aku: Adam dan Hawa hidup bahagia di Surga, dan gak perlu menderita di bumi, oh ya alpukat buah kesukaan gua loh

Temanku: Bagaimana kalau bumi bukan bulat tapi segi empat,

Aku: Gampang dihitung! Cuma sisi kali sisi luas Bumi berarti.

Temanku: Bagaimana kalau lagu Indonesia Raya kita rubah, dan kepada Koes Plus kita beri mandat,

Aku: Bukan Lautan Tapi Kolam Susu

Temanku: Bagaimana kalau ibukota Amerika Hanoi, dan ibukota Indonesia Monaco,

Aku: Ameriak mah no problem mau di mana aja, nah kita ini, asik kan di Monaco sekalian nonton F1, daripada di Jakarta, gupeknya minta ampun dah!

Temanku: Bagaimana kalau malam nanti jam sebelas, salju turun di Gunung Sahari,

Aku: Ayo kita main ski!

Temanku: Bagaimana kalau bisa dibuktikan bahwa Ali Murtopo, Ali Sadikin dan Ali Wardhana ternyata pengarang-pengarang lagu pop,

Aku: Download dong! Setengah jam rampung!

Temanku: Bagaimana kalau hutang-hutang Indonesia dibayar dengan pementasan Rendra,

Aku: Baguslah, seni sastra buat bayar hutang

Temanku: Bagaimana kalau segala yang kita angankan terjadi, dan segala yang terjadi pernah kita rancangkan,

Aku: Tidak ada kegagalan di muka bumi, Indonesia jadi superpower deh!

Temanku: Bagaimana kalau akustik dunia jadi sedemikian sempurnanya sehingga di kamar tidur kau dengar deru bom Vietnam, gemersik sejuta kaki pengungsi, gemuruh banjir dan gempa bumi sera suara-suara percintaan anak muda, juga bunyi industri presisi dan margasatwa Afrika,

Aku: Guanya yang gak bisa tidur, berisik tahu!

Temanku: Bagaimana kalau pemerintah diizinkan protes dan rakyat kecil mempertimbangkan protes itu,

Aku: Apa iya? Rakyat kecil protes aja pura-pura budek pemerintahanya, boro-boro ditimbang

Temanku: Bagaimana kalau kesenian dihentikan saja sampai di sini dan kita pelihara ternak sebagai pengganti

Aku: Ogah! Jijik ah miara-miara sapi, tainya itu loh, tapi buat-buat tambahan deh terpaksa, kesenian juga gak dianggep lah

Temanku: Bagaimana kalau sampai waktunya kita tidak perlu bertanya bagaimana lagi.

Aku: Malu bertanya sesat di jalan, Derita Lo Blo’on!

Night Raven

6/12/2010 8:55:19 AM

Rabu, 09 Juni 2010

laporan SBSB

Siswa Berbicara Sastrawan Bertanya.....

Eh, salah deng!

Maaf Maaf

Sastrawan Bicara Siswa Bertanya

Hehehehehe

Ok, kami anak-anak RW menghadiri acara SBSB yang diadakan di SMS 9 Bandar Lampung

Acaranya dihadiri oleh Putu Wijaya, Clara Sinta Rendra, Agus R. Sarjono, dan... (Waduh Lupa)

Ok ok,

nanti akan saya kasih tahu lengkapnya

Acaranya adalah penampilan drama yang kocak, hingga monolog dari Putu Wijaya

Langsung to the point aja neh, Aku mau kasih hasil pertanyaan para murid (Katanya Bandar Lampung membuat rekor penanya terbanyak, dan banyak pertanyaan yang diarahkan pada Putu Wijaya)

Dan inilah hasil jawaban yang dijawab oleh Putu Wijaya

Sastrawan Bicara Siswa Bertanya

 

PUTU WIJAYA

 

1.      Monolog adalah improvisasi, jadi menyesuaikan suasananya terlebih dahulu, jadi bisa dibilang monolog adalah modifikasi dari bacaan, jadi sebelum mementaskan monolog, ada baiknya dibaca kembali berulang-ulang.

2.      Untuk menghayati karya sastra, terlebih dahulu harus dimengerti dulu karya sastra tersebut, bisa dengan bertanya kepada guru atau penulisnya. Jadi dimengerti dahulu baru bisa menghayati.

3.      Musikalisasi puisi adalah membuat musik dari puisi. Jadi dari syair tersebut diberi melodinya.

4.      Lewat program-program sastra, diharapkan mampu membangun image bahwa bahasa Indonesia adalah nomor 1!

5.      Apabila suatu karya cerpen ditolak, bisa jadi terjadi salah kirim, jadi yang seharusnya dilakukan adalah mencari media yang tepat. Buatlah cerpen dan kirim sesuai isi majalahnya.

6.      Cara untuk mempunyai Inspirasi salah satunya adalah salah satunya lewat Jatuh Cinta! Bila cinta kita ditolak maka bisa menjadi inspirasi, cinta diterima dapat menjadi inspirasi, dan bila tidak mempunyai pacar pun bisa jadi inspirasi.

7.      Untuk menjadi sastrawan adalah membeli kertas dan tuils!

8.      Sastrawan harus mampu survive! Sastrawan harus mampu menghidupi diri sendiri dan keluarga, seperti bekerja, ketika banyak waktu luang, baru berkarya. Jadi sastrawan tidak hanya mampu bertanggung jawab akan tulisannya namun juga diri sendiri dan keluarga.

9.      Seniman palsu adalah berambut gondorng dan tidak rapi. Sastrawan itu cerdas, gesit, tahan banting, dan pintar cari uang.

10.  Tidak ada batasan untuk berekspresi, berani berekspresi, berani ditangkap. Namun kebebasan itu tetap tidak boleh melanggar etika.

11.  Tidak semua ada cerita yang bisa diceritakan di umum, melainkan hanya untuk dibaca.

12.  Jika yang membaca karya sastra adalah pengarangnya, tidak apa-apa, yang penting adalah tontonanya, usahakan supaya apa yang ingin kita sampaikan dapat tersampaikan. Penonton harus mendengar dengan berbicara keras atau meraih media pengeras suara.

13.  Bila kita menemui jalan buntu saat menulis, janganlah berhenti menulis! Jutru ketika ingin menulis berhentilah menulis. Tulisan yang ditinggalkan pasti ingin kembali menulisnya. Ketika macet, teruslah menulis dan berjuanglah! Menulis itu perjuangan! Paksa diri untuk melahirkan sesuatu.

14.  Novel itu bisa saja dari kumpulan cerpen-cerpen atau murni novel. Bisa juga dari cerpen-cerpen yang dirakit, dimodif.

15.  Inspirasi terbesar adalah melalui apa yang dilhat, didengar, dipikir, dirasa, dan semua panca indra kita.

16.  Tips dalam menulis adalah ketika mentok jangan berhenti, jangan berpikir bagus atau tidak, namun ketika selesai menulis, alinea atau halaman awal lebih baik dibuang.

17.  Teater yang penting adalah penontonnya. Biar kata penampilan kurang, yanng penting penonton puas.

18.  Orang biasa pun mampu menjadi penulis hebat! Cukup hanya dengan kerja keras.

19.  Sastrawan itu mampu menggabungkan subjektivitas dan objektivitas, caranya adalah dengan memiliki banyak pengetahuan.

 

This Blog is Alive!!! (Tadi cuma mati suri)

Reading Writing SMA Fransiskus, Blog ini cuman mati suri aja karena anggotanya gak tahu napa kok gak mau ngurus ya?

Okelah kalau begitu, kini memang sayalah yang mengurus Blog ini, Oke Bagi yang sekolahnya di Sma Fransiskus Tahulah apa itu RW itu, itu loh Ekskul Reading Writing Sma Fransiskus yang kurang eksis di kandang sendiri

WeitZ! Bukan berarti Ekskul kami cupu! Biar kata RW ini kurang bisa jadi jago kandang, tapi kami adalah jagoannya tandang!

Kami punya sederet prestasi mulai dari mulai yang diraih dari kelas X sampai kelas XII, komplit dah! Bikin cerpen? Siapa takut???

Kami punya segudang ide di sini,

mau cerita anak-anak kami punya pengarangnya, 

mau cerita cinta, Mantap, kami punya sederet pengarang yang benar-benar mendalami makna cinta, 

Mau cerita tentang realita kehidupan? Cari di sini!

Mau cerita Fantasi? Marilah kemari

Cerpen mulu?

Puisi kami kaya akan majas

Karya Tulis kami berstandar perlombaan

Okay Okay

Jadi jangan khawatir akan kurang tulisan,

Blog kami (Mudah-mudahan) Bewarna!

Minggu, 01 November 2009

Pentingnya Refleksi

Yupz... Apa lagi kalian kalian yang ngakunya anak-anak Reading Writing SMA Fransiskus.
Lewat Refleksi ini, kalian bisa memanfaatkannya sebagai sumber inspirasi yang tiada tara loh... (weleh...)
Apa?
Gak percaya?
Believe it! OK?
Nah... Gini nih...
Dalam refleksi itu kita menulis tentang kejadian yang kita alami sehari-hari, dan tentunya kita menulis juga tentang perasaan kita juga lah...
kalo misalnya dalam hari itu gak ada apa-apa ya... (masa sih?)
Yang mau gua kasih tahu adalah bila ada masalah atau kejadian penting (entah yang menyedihkan, menusuk atau tragis)
Kalau kalian perhatikan baik-baik...
Kejadian-kejadian itu adalah... Konflik
dan dari kejadian-kejadian itu ada suatu amanat yang bisa kita petik
dah tahu?
Yupz... Dari refleksi kita bisa bikin cerpen,renungan,puisi,hingga novel!
It's True! It's True!
Well, yang perlu lu lakukan adalah mencoba memanfaatkan waktu berefleksi sebaik mungkin.
Selamat mencoba!

Dari: mark.190693@gmail.com

Kamis, 01 Oktober 2009

Selamat datang di Reading and writing SMA Fransiskus

Bagi siswa -siswi yang berminat dalam tulis menulis, baik fiksi maupun nonfiksi, ayo ...kirimkan tulisanmu ke blog ini! Jangan takut salah! Jangan takut untuk menuliskan berbagai ide yang ada di kepalamu. Tuangkan semua kretifitasmu! Yang penting jaga etika, ya.... Mudah-mudahan tulisanmu bermanfaat bagi pembaca.

Untuk tulisan yang akan ditampilkan hubungi bu Yuni/Bu Win!